Jamu tumpuan harapan Indonesia sehat

Saya mampu berenang 1 km nonstop di usia 60 tahun. Kebiasaan saya minum jamu sejak kecil merupakan salah satu hal yang membuat saya tidak kalah dengan usia-usia muda” ujar Drs. Hendarman Supandji, SH, rektor IPB. Pengalaman pribadinya diutarakan pada acara Talkshow “Indonesia Cinta Sehat – Saatnya Jamu Berkontribusi yang diadakan pada tanggal 16 November 2011 di Kementerian Kesehatan. Acara yang dihadiri oleh sekitar 200 orang peserta ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari kesehatan Nasional ke-46 tahun 2011.

Upaya Kementerian Kesehatan untuk mengintegrasikan pelayanan kesehatan tradisonal, alternatif dan komplementer pada pelayanan kesehatan yang menggunakan jamu sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan kebugaran dan mencegah timbulnya penyakit dinilai masih terkendala. Beberapa masalah jamu di Indonesia antara lain masih kurangnya publikasi hasil penelitian, penyediaan bahan baku dan terbatasnya tenaga ahli. Lebih jauh Prof.dr. Ali Gufron, Wakil Menteri Kesehatan  menyampaikan harapannya pada pembukaan talkshow, agar permasalahan-permasalahan yang ada dapat ditanggulangi bersama dengan sektor lainnya.

Jamu yang merupakan warisan turun temurun ini sudah mulai dimanfaatkan masyarakat sejak dulu.  Kalau tidak terbiasa minum jamu kemampuan fisiknya dibawah rata-rata, hal semacam ini perlu disosialisasikan agar masyarakat dapat mulai membiasakan minum jamu untuk meningkatkan kualitas hidup. Hal ini sejalan dengan amanat Presiden SBY yang disampaikan pada Mei 2008 jadikan “Jamu Brand Indonesia”.

Harapan dr Abidinsyah Siregar DHSM, MKes yang mendapat tugas memimpin Direktorat Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional, Alternatif dan Komplementer sebagai penjuru dalam memanfaatkan berbagai hasil penelitian dan produk kesehatan tradisional, selain meyiapkan berbagai regulasi agar pelayanan kesehatan tradisional dapat dikembangkan baik dimasyarakat maupun di fasilitas kesehatan terutama adalah dokter yang memiliki kemampuan tentang herbal/jamu .

Untuk itu  guna mempercepat pengembangan yankestrad khususnya penggunaan jamu di pelayanan kesehatan yang mengimplementasi kedokteran konvensional, Direktur Bina Yankestradkom mengharapkan kesehatan tradisional diperkenalkan sejak di Fakultas Kedokteran. Bagai gayung bersambut Wakil Menteri Kesehatan sebagai Ketua AFKI (Asosiasi Fakultas Kedokteran Indonesia) akan memasukkan materi Kesehatan Tradisional sebagai salah satu mata kuliah di Fakultas Kedokteran.

Talkshow ini menghadirkan Ketua GP Jamu, Putri Indonesia 2011, Rektor IPB, Direktur Budidaya dan Pascapanen Sayuran, Tanaman Obat Ditjen Holtikultura Kementerian Pertanian sebagai pembicara. Banyaknya permasalahan dalam mengembangkan jamu mulai dari hulu hingga ke hilir, sehingga diharapkan para pemangku kepentingan baik pemerintah maupun swasta dapat bekerja sama dalam memanfaatkan berbagai hasil penelitian tanaman obat dan pengembangan SDM terutama di sektor kesehatan, penyiapan modal kerja serta berbagi pada petani tanaman obat guna membangkitkan kembali jamu sebagai alternatif dalam memelihara kesehatan. (Sri Andewi, SKM, M.Kes – Direktorat Bina Yankestradkom, )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s