FILOSOFI DASAR

Falsafah artinya mengungkapkan pemikiran-pemikiran yang begitu dalam sehingga dapat dijadikan pandangan hidup. Falsafah pengobatan Holistik bersumber pada falsafah alamiah, bahwa alam merupakan makhluk Alloh yang selalu tunduk dan patuh dengan segala hukum-hukum-Nya tanpa ada sedikitpun keinginan untuk menyimpang dari hukum-hukum-Nya. Artinya pandangan hidup yang mengungkap hal-hal yang menyangkut alam dan segala keberadaannya termasuk manusia di dalamnya dengan segala kaidah-kaidah hukum yang berlaku didalamnya dan menganalisa maksud dari tiap-tiap penciptaan.

Falsafah ini terbagi menjadi 5 hal yang mendasari cara berfikir dan bertindak serta menguraikan kondisi tubuh yang sehat, penyakit, terjadinya penyakit dan penyebab penyakit, pemeriksaan penyakit, analisa data dan penegakan diagnosa, pengobatan dan pencegahan penyakit.

Falsafah dasar ini menguraikan cara berfikir dan bertindak dalam pandangan holistik. Secara garis besar saling berhubungan, dan dalam pandangan holistik dapat disebutkan sebagai berikut :

  1. Hubungan manusia dengan Allah S.W.T
  2. Hubungan manusia dengan alam
  3. Hubungan manusia dengan manusia
  4. Hubungan manusia dengan tumbuhan/hewan
  5. Hubungan manusia dengan dirinya sendiri (prilaku terhadap tubuhnya)

 

Hubungan dalam diri manusia menyangkut fisik, mental dan spirit :

Fisik                     :  terdiri dari panca indra, jaringan tubuh, organ-organ dalam, darah, sistem syaraf, sel-sel tubuh, otak, meredian, materi dasar (cing).

Mental (psikis)     :  pikiran, perasaan, emosi, daya gerak (chi)

Spirit                    :  jiwa, kemauan hidup, semangat (shen)

 

Ketiga hal tersebut diatas dipengaruhi oleh sistem peredaran darah, sistem syaraf, saluran getah bening, sistem meridian, energi vital (jing, chi, shen), hawa udara (Chi), lingkungan, budaya, politik dll.

Pembentukan cing-chi-shen sangat dipengaruhi oleh kualitas dan kuantitas cing bawaan (turunan) kedua orang tua. Ibu yang hamil bila keadaan jiwa (shen) nya kacau (depresi) maka akan sangat mempengaruhi jiwa dan perkembangan fisik janin yang dikandungnya, misal : sering kejang, fisik lemah, mental jelek dll.

Jadi dalam proses pengobatan seluruh aspek harus diperhatikan dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain, inilah yang mendasari prisip pengobatan Holistik—mencari akar masalah tanpa mengabaikan gejala dan perlakukan semua pasien sebagai sahabat dengan memberikan haq-haqnya tanpa memandang setatus. (Modul I Seri Belajar Mandiri Team An-Nahl, Oleh Pudji Hartanto, Apk)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s