Mengenal Manfaat Madu

Oleh: Abu Abdilhalim bin Muhammad Zaidin bin Achsan
(Pemerhati Herbal dan Pengobatan Tradisional, sekarang tinggal di Sleman)

Lebah dan Madu adalah bukti akan kebesaran Allah C, sebagai pemilik dan pencipta alam. Sebagaimana yang diisyaratkan dalam al-Quran surat An-Nahl: 69 Baik ilmu ketabiban dan kedokteran menyebutkan bahwa kesehatan manusia berawal dari apa yang dikonsumsinya. Kebiasaan makan yang benar dan sehat sejak usia dini menjadikan tubuh lebih bertahan dari gangguan penyakit. Pada usia dewasa ketidakmampuan seseorang untuk mengatur pola makannya sangat signifikan memicu timbulnya berbagai macam penyakit berat.

Keadaan zaman dan perubahan pola hidup dan pola makan manusia saat ini memang menjadi banyaknya kebutuhan tubuh yang terabaikan. Mineral yang berkurang atau vitamin yang hilang dari makanan yang kita konsumsi menjadikan tubuh seringkali rentan terhadap penyakit. Madu adalah salah satu pengisi kekosongan yang mungkin terdapat dalam tubuh dikarenakan kurang baiknya pola makan kita.

Selama berabad-abad madu yang dibuat oleh lebah dari sari bunga merupakan zat pemanis murni dan alami serta salah satu bahan makanan manusia. Madu berbentuk cairan. Umumnya memiliki rasa manis, karena berasal dari nektar aneka bunga atau bagian tanaman. Madu adalah pangan alami sekaligus obat, yang diproses secara alami oleh lebah disarangnya. Fruktosa dan glukosa merupakan zat utama pada madu.

Madu yang bagus memiliki kalori +/- 3.280 cal/kg. Madu tidaklah dibuat oleh manusia, karena madu yang dibuat secara sintetis akan berbeda rasa, bau, kandungan serta manfaatnya. Yang membedakannya antara lain adalah kadar asam (PH), kandungan enzim diastase, HMF (5 hidroxy-methyl furfural), kadungan fruktosa dan dextrosanya serta kemapuan madu yang dapat memutar optic ke kiri pada alat Polarimeter . Jadi hanya madu yang dikumpulkan dan diproses secara alami oleh lebahlah yang bisa disebut MADU.

MURNI ALAMI.
Madu di Indonesia dihasilkan oleh bermacam jenis lebah diantaranya Jenis lebah liar seperti Apis Dorsata dan Trigona sp serta madu ternak seperti Apis mellifera, Apis Indica dan Apis florae.Jenis madu antara lain madu apel, madu durian, madu kelngkeng, madu rambutan, madu mangga, madu kopi, madu randu, madu hutan, madu kaliandra, serta madu multiflora.

MANFAAT MADU
Beberapa penelitian Ahli yang telah dilaku-kan menunjukan bahwa madu dapat digunakan sebagai antimikroba pada luka termasuk luka pasca operasi. Hal ini disebabkan madu memiliki kadar air yang relatif rendah yakni kurang dari 20% dan kadar gula yang tinggi, kondisi tersebut sangat tidak mendukung untuk pertumbuhan mikroorganisme karena menimbulkan efek osmosis yang dapat membunuh mikroorganisme (Tonks dkk., 2003).

Kemampuan madu sebagai antimikroba yang lain adalah madu memiliki kadar pH yang rendah sehingga bersifat asam yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba, madu memiliki tekanan osmotik yang besar serta rasio karbon terhadap nitrogen yang tinggi

(Rosita, 2007). Selain itu juga madu memiliki fungsi sebagai antimikroba karena dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme melalui senyawa hidrogen peroksida yang dihasilkan sehingga bakteri sulit untuk berkembang (Banq dkk., 2003).

Madu juga mengandung enzim sangat bermanfaat untuk pencernaan. Tubuh manusia hanya perlu menyerap karena kandungan gula madu alami sangat mudah untuk dicerna. Proses pembuatan madu dalam perut lebah, dibantu dengan kelenjar air liur, telah mengubah gula nektar menjadi gula levulosa dan dektrosa. Cepatnya penyerapan membuat madu sering digunakan untuk mendapatkan tenaga spontan, menambah stamina dan membuat tubuh tetap bugar bagi olahragawan atau pekerja.

Selain cepat menghasilkan tenaga, madu mempunyai banyak keunggulan dan manfaat antara lain:
1.    Mempunyai sifat hangat, jadi sangat cocok untuk penyakit sindrom singin.
2.    Tidak menimbulkan iritasi
3.    Jenis gula pada madu paling mudah ditangani oleh ginjal
4.    Mampu menenangkan tubuh (memiliki efek sedative) sehingga pas bagi orang yang sulit tidur.
5.    Mudah diperoleh dan harganya relatif terjangkau.
6.    Mampu menjaga daya tahan tubuh dan stamina.
7.    Dapat membantu penyembuhan berbagai jenis penyakit, seperti jantung gangguan metabolisme, hipertensi (tekanan darah tinggi), sariawan, memperlancar peredaran darah, kolesterol, asam urat, gangguan lambung dll
8.    Madu bersifat antioksidan sehingga bermanfaat untuk kesehatan kulit, membuat kulit tampak sehat, terlihat lebih muda serta menjaga kehalusan dan kelembutan kulit.
9.    Memiliki efek anti peradangan (antiinflamasi), seperti radang usus dan radang tenggorokan.
10.    Obat saluran respirasi, seperti pada ashma, batuk dan flu
11.    Obat gangguan mata, diabetes mellitus, dan juga dapat mendukung pertumbuhan mikroba probiotik. Dan masih banyak lagi manfaat yang terkandung dalam madu alami.
12.    Sebagai obat luar, untuk luka bakar dan infeksi akibat penyakit gula (diabetes)

Madu bagi penderita Diabetes
Pada penderita diabetes (kencing manis;penyakit gula) madu asli aman bagi mereka. Penyakit ini diakibatkan karena terganggunya kinerja pankreas dalam memproduksi insulin. Insulin inilah yang berperan untuk memecah zat gula jenis disakarida.Berbeda dengan gula pasir (disakarida) yang membutuhkan enzim insulin untuk dapat dipecah dan diserap tubuh, madu yang merupakan merupakan gula monosakarida akan langsung diserap tubuh dan diubah menjadi energi. Karenanya, madu insya Allah aman bagi penderita diabetes bahkan bisa membantu menstabilkan kadar gula dalam darah menjadi normal.

Pada beberapa rumah sakit, madu dimanfaatkan untuk memperbaiki jaringan kulit yang terinfeksi bahkan mencegah amputasi. Caranya mudah, dengan mengoleskan madu pada bagian tubuh yang sakit. Cara ini yang dilakukan Profesor Jennifer Eddy, MD dari Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat Universitas Winsconsin, Amerika Serikat. Dia juga menuturkan kombinasi antara agen antibakterial dengan hidrogen peroksida yang dihasilkan oleh bakteri, bisa membantu membersihkan infeksi yang sulit diobati dengan metode lainnya.

Obat favorit Hippocrates, “Bapak” ilmu kedokteran adalah madu. Dia mempunyai resep yang disebut sebagai “oxymel”. Dia mengatakan: “The Drink to be employed should there be any pain is vinegar and honey. If there be great thirts, give water and honey”

Bolehkah Anak-anak & bayi mengkonsumsi madu?
Ada pendapat bahwa madu tidak boleh diberikan pada anak dibawah usia 1 tahun karena mengandung Clostridium botulinum, yaitu bakteri yang menghasilkan racun botulinin, seringkali terdapat pada makanan kalengan. Pendapat ini menurut kami tidak benar dan telah dibuktikan oleh Tim dokter dari rumah sakit Al Kafji National Hospital- Kerajaan Saudi Arabia yang

meneliti lebih dari 220 contoh madu dari berbagai negara dan interview dengan keluarga dari 1500 bayi lebih yang di beri madu sejak lahir.
Dari penelitian ini membuktikan TIDAK ADA SATUPUN madu yang tercemar clostridium Botilinum dan tidak ada satupun bayi yang menderita Botulism karena madu.Jadi peluang adanya Clostridium Botilium pada madu, sama dengan peluang keberadaannya pada bahan makanan lain yang berasal dari alam seperti susu dan lain-lain. Jadi madu insya Allah aman di konsumsi segala usia bahkan bayi di bawah usia 1 tahun, yang terpenting perlu diperhatikan dosis penggunaannya pada anak-anak terutama di bawah usia 1 tahun dan dengan pengencer (dicampur air yang sudah masak).

Dosis penggunaan madu
Dosis maksimal meminum madu adalah 15 mg/ Kg BB/ hari, artinya jika kita orang dewasa muda dengan berat badan 50 Kg, maka dia boleh minum madu maksimal 750 mg (satu botol besar) sehari. Rata-rata orang dewasa dianjurkan meminum madu 100-200 gram atau 3- 9 sendok makan per  hari, sedangkan untuk anak separuhnya, antara 50-100 gram. Tentunya dosis ini jauh dari dosis maksimal. Hal ini yang menyebabkan madu aman untuk penderita diabetes sekalipun. Semoga bermanfaat.

Tips Memilih Madu
1.     Murni dikemas dari Madu alami saja, tanpa melalui proses pemanasan maupun proses lainnya serta bebas dari bahan tambahan makanan seperti pengawet, penambah rasa serta pewarna yang berbahaya.
2.     Terbukti sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI 2004) dibuktikan melalui uji laboratorium.
3.     Aspek legalitas baik dari izin perusahaan maupun izin edar produknya
4.    Perusahaan pengemas dikenal memperhatikan aspek mutu dan aspek halal.

Maraji’:
1.    Al-Qur’an al Kariem.
2.    Hj.Tien Ch. Tirtawinata,Dr.. SpGK, Makanan dalam perspektif Al-Qur’an dan Ilmu Gizi, Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2006.
3.    Jarvis MD, D.C. Khasiat Sari Apel dan Madu, Sudarmadji,Spd (penerjemah),Jakarta: Prestasi Pustaka, 2002.
4.    Walji Ph.D, Hasnain, Terapi Lebah, Daya Kekuatan dan Khasiat Lebah, Madu dan Serbuk Sari, Jakarta: Prestasi Pustaka, 2001.
5.    Suranto, Adji, Dr. SPA, Khasiat dan Manfaat Madu Herbal, Jakarta: Agromedia Pustaka, 2004
6.   Kus Irianto, Drs dan Kusno Waluyo, Drs, Gizi dan Pola Hidup Sehat, Bandung; Yrama Widya, 2007.
7.    Sihombing, D.T.H, Ilmu Beternak Madu, Yogyakarta: UGM Press, 1997.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s