Ahlan wa Sahlan

Selamat datang di salah satu blog kami, dan salam kenal dari kami Klinik Pengobatan Holistik Janaaha Yogyakarta.

Blog ini insya Allah akan mengupas seputar penyembuhan alami dengan teknik pengobatan terpadu (Holistik) Islami. Kami berharap ulasan yang ada pada blog ini turut membantu masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan diri dan keluarga. Agar lebih lengkap dan terpadu kami semaksimal mungkin menyajikannya baik secara tinjauan medis, TCM, maupun dalam tinjauan Syariat sebagai mana yang dibimbingkan oleh Ar-Rasul Shallallahu’alaihi wasallam.

Kami tunggu saran dan kritiknya sehingga kesalahan yang ada dapat kami perbaiki dan kekurangan pada blog ini dapat makin disempurnakan. Wallahu’alam

Semoga bermanfaat. Terima kasih

Jazakumullahu khairan katsira wa barakallahu fikum

Pengelola

Abu Abdilhalim Muhammad bin MZA

HP: 0811 259 227

Email: Klinikjanaaha@gmail.com, holistikbekam@gmail.com



Iklan

Mengenal Thibbun Nabawi

(ditulis oleh: Abu Abdilhalim bin Muhammad Zaidin bin Achsan)

Abdullah bin Mas’ud Radiallahu’anhu mengabarkan dari Nabi Shallallahu’alaihi wasallam :
“Sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan penyakit melainkan Dia turunkan pula obatnya. (Hanya saja) ada yang mengetahuinya dan ada yang tidak.” (HR. Ahmad 1/377, 413 dan 453. Hadits ini disahihkan dalam Ash-Shahihah no. 451).

Perkembangan informasi dan kesadaran masyarakat secara umum untuk hidup secara alami ( back to nature ), membuat metode thibbun nabawi [1] semakin dikenal luas. Selama ini thibbun nabawi begitu lekat namanya dengan terapi bekam, atau produk herbal seperti madu, jintan hitam ( habbatus sauda’ ), dan minyak zaitun. Seakan-akan metode thibbun nabawi terbatas pada keempat hal tersebut.

Di sisi lain, masih banyak orang yang dengan mantap mengonsumsi habbatus sauda, madu, juga minyak zaitun secara asal-asalan, tanpa dosis dan acuan yang jelas.

Acuannya, “Kata si fulan begini dan begitu, mesti sembuh.” Atau “Yang penting kan minum habbatus sauda’, madu, atau minyak zaitun. Kita mantap, insya Allah sembuh. Dalilnya begini dan begitu….”

Akhirnya, terjadi beberapa peristiwa yang tidak diinginkan terhadap orang-orang di sekitar kita.

Inilah kenyataan pahit yang membuat kita mengelus dada. Sebenarnya, kejadian tersebut dapat kita cegah dengan memahami thibbun nabawi secara benar dan tepat. Oleh karena itu, hendaknya kita merekonstruksi kembali pemahaman kita tentang thibbun nabawi .

Tidak ada yang salah dengan thibbun nabawi . Akan tetapi, sebagaimana hadits di atas, “(Hanya saja) ada yang  mengetahuinya dan ada yang tidak.”

Metode thibbun nabawi sangat luas cakupannya. Ada beberapa di antaranya yang disebutkan oleh Allah Subahanahu wa Ta’ala dalam Al-Qur’an. Ada pula yang diajarkan Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam kepada kita melalui sunnahnya. Selain itu, temuan-temuan ilmiah para ahli pengobatan semenjak dahulu juga memperkaya khazanahnya.

Perlu tulisan yang lebih panjang untuk membahasnya secara detail. Secara global, ada beberapa prinsip yang menjadi acuan dalam memahami thibbun nabawi, sebagai berikut.

Thibbun nabawi adalah metode terlengkap untuk menjaga kesehatan, baik jasmani maupun rohani. Metode ini disandarkan kepada akidah yang kuat, yang meyakini bahwa setiap penyakit yang kita derita merupakan musibah dan ujian dari Allah Subahanahu wa Ta’ala l. Sebagai seorang muslim yang baik, tentu kita akan menghadapinya dengan lapang dada.

Sang Penyembuh tidak lain adalah Allah Subahanahu wa Ta’ala . Obat yang baik, dosis yang tepat, dokter/tabib yang mahir, serta menjalani terapi pengobatan semata-mata merupakan sebab. Hal-hal ini tidak memiliki kekuatan apa pun kecuali dengan izin dan kekuatan Allah Subahanahu wa Ta’ala . Renungkanlah ucapan Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam dalam firman AllahSubahanahu wa Ta’ala : “Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkanku.” (Asy-Syu’ara: 80). Syariat menganjurkan kita untuk mencari kesembuhan, yaitu dengan berikhtiar dan melakukan sebab-sebab kesembuhan.

Dalam thibbun nabawi, pengobatan bukan semata-mata bersifat fisik, berupa obat/herbal, madu, habbatus sauda’, minyak zaitun, susu dan kencing onta, berbekam, sunat, mencukur rambut, dan lainnya, namun juga bersifat nonfisik, seperti doa atau ruqyah yang syar’i, ketundukan kepada Allah Subahanahu wa Ta’ala , taubat, istighfar, shalat wajib, tahajjud, sedekah, hati yang gembira, jiwa yang kuat, sikap optimis, tawakkal, serta berbaik sangka kepada Allah.Thibbun nabawi juga bisa merupakan penggabungan keduanya (fisik dan nonfisik).

Pengobatan hendaknya dilakukan oleh orang yang benar-benar mahir atau ahli. Kita tidak boleh menyerahkan pengobatan kepada orang awam atau yang tidak mengetahui ilmu pengobatan. Tabib atau dokter yang ahli adalah orang yang diberi oleh Allah Subahanahu wa Ta’ala kemudahan mengetahui jenis-jenis penyakit, sebab-sebabnya, tabiat (karakter) tubuh yang sakit, musim saat sakit, cara pengobatannya, sifat obat/herbal, dan dosis yang tepat, pertimbangan yang masak dalam terapi, memiliki sifat lemah lembut pada pasiennya, dan hal-hal lain yang mendukung proses kesembuhan.

Kita wajib menjaga diri agar tidak terjatuh dalam perkara yang haram selama menjalani ikhtiar kesembuhan, baik cara pengobatannya maupun obat yang dikonsumsi. Harus jelas benar halal haramnya dan kita diwajibkan kritis dalam hal ini.

Orang yang sakit harus bersabar menghadapi sakitnya. Demikian pula orang yang ada di sekitarnya, baik yang mengobati maupun keluarga yang menemaninya selama sakit. Kesabaran menghadapi sakit yang dialami akan dinilai di sisi Allah Subahanahu wa Ta’ala l, dengan diampuni dosa-dosanya dan dinaikkan derajatnya. Orang yang mengobati maupun yang menunggu hendaknya tidak bosan-bosan untuk menasihati si sakit agar bersabar.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Artinya, bila kita dapat hidup dengan mengonsumsi makanan yang halal dan alami, berkualitas dan bergizi, yang Allah Subahanahu wa Ta’ala mudahkan bagi kita untuk mengonsumsinya, hal tersebutlah yang hendaknya kita lakukan. Namun, apabila keadaan telah mengancam keselamatan si sakit, seperti halnya pada kasus sakit diare atau muntah yang terus-menerus, sementara asupan makanan terganggu, atau demam yang tinggi terus-menerus; hendaknya kita bijaksana untuk mencarikan ahli pengobatan (dokter/tabib). Segeralah berobat dan jangan ditunda!

Pengaturan keseimbangan dalam segala hal. Misalnya, makan dan minum tidak berlebihan, pengaturan waktu tidur dan bangun, berpakaian, bertempat tinggal, jima’ (berhubungan dengan suami/istri), dan lain-lainnya. Semuanya insya Allah mendukung terwujudnya kesehatan yang optimal.

Demikianlah di antara beberapa hal prinsip dalam pembahasan thibbun nabawi . Semoga bermanfaat.
Wallahu a’lam.( http://www.asysyariah.com/sakinah/info-praktis/848-memahami-thibbun-nabawi.html)

——————————————————————-

1 Istilah thibbun nabawi tidak dikenal pada masa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam. Istilah ini dimunculkan oleh ahli kedokteran sekitar abad ke-13 M untuk memudahkan klasifikasi ilmu kedokteran, yang merupakan perpaduan dari berbagai disiplin ilmu kedokteran. Saat itu yang menjadi rujukan adalah kitab Zadul Ma’adkarya Ibnu Qayyim al-Jauziyah (691—751 H/1282—1372 M). Dari kitab inilah istilah thibbun nabawi diambil.

ISTILAH KEDOKTERAN & FARMASI DALAM BAHASA MANDARIN

Banyak terminologi kesehatan masih dalam bahasa asli yang kita jumpai dalam bahasa Mandarin yang kita jumpai sehari-hari baik dalam TCM (Tradisional China Medicine) maupun obat-obatan china yang kita beli di toko obat China.

di bawah ini, saya mecoba memperkenalkan beberapa istilah yang sering ditanyakan di Apotik atau Rumah Sakit maupun masyarakat awam.

  1. Yisheng : dokter 医生
  2. Tafu : tabib     大夫
  3. zhuyuan : paien / diopname
  4. tuoshui : dehidrasi
  5. kan bing : periksa dokter 看病
  6. Bing : sakit 病
  7. tong : sakit (lokal)
  8. kesou : batuk
  9. shuidao : cacar air
  10. guomin : alergi
  11. shazi : campak
  12. fashao : demam
    huoshan : luka bakar
  13. hualiubing : penyakit kelamin
  14. pifubing : penyakit kulit
  15. shiling bing : penyakit musiman
  16. baixuebing : kanker darah
  17. jiehe : TBC
  18. paozhen : herpes
  19. xiedu : diare
  20. Liji : disentri
  21. meidu : sphylis
  22. xiaochan : abortus
  23. tiwen guodi : hipertermia
  24. mangchang : usus buntu
  25. tianhua : cacar
  26. dineng : cacat mental
  27. shuairuo : lemah syaraf
  28. jinshi : rabun jauh
  29. xue : darah
  30. xian xue  : darah segar (baru)
  31. xueguan : pembuluh darah
  32. gan mao : flu
  33. tou teng : sakit kepala
  34. kesou : sakit tenggorokan / batuk
  35. qiangshang : luka tembak
  36. tiwuwanfa : luka dan memar sekujur tubuh
  37. xiao erke : dokter anak
  38. yanke yisheng : dokter mata
  39. Yayi : dokter gigi
  40. du : demam
  41. tiruo  : pusing
  42. shanghan : tifus
  43. tu xie : muntaber
  44. du zi teng : sakit perut
  45. yaotong : sakit pinggang
  46. ya teng : sakit gigi
  47. ti wen : suhu badan
  48. tiwenbiao : termometer
  49. tiyuliaofa : pengobatan
  50. Da zhen : suntik , menyuntik
  51. xue ya : tekanan darah
  52. shixue : kehilangan darah
  53. xinzangbing : penyakit jantung
  54. doumiao : vaksin cacar
  55. biyun : kontrasepsi
  56. shimian : insomnia
  57. shuxue : transfusi darah
  58. shuxuezhe : donor darah
  59. xueku : bank darah
  60. zhuanjia : spesialis
  61. hua yan shi : laboratorium

TERMINOLOGI FARMASI

  1. Yaojishi : apoteker药剂师
  2. Yaowan  : pil药丸
  3. pian : tablet
  4. yaogao : salep
  5. Yaocao : obat tradisional
  6. kangjunsu : antibiotik
  7. andingji : obat penenang
  8. zhitongyao : obat penenang
  9. zhixieyao : obat diare
  10. xieyao : obat cuci perut
  11. yanyao : obat tetes mata
  12. kesoupian : obat batuk bentuk tablet isap
  13. kesou tangjiang : sirup obat batuk
  14. zhixueyao : obat anti perdarahan
  15. qiangzhuang yao : obat kuat/tonikum
  16. chi yao : minum obat
  17. yaofang : resep obat
  18. kai yaofan : memberi resep
  19. yaoheng : dosis obat
  20. ge : takaran
  21. yaoxing : khasiat obat

Anatomi Tubuh Manusia:

  1. Toufa : rambut头发
  2. Yanjing : mata
  3. Yanqiu : bola mata
  4. Yanpi : kelopak mata
  5. Jiemao : bulu mata
  6. taiyangxue : pelipis
  7. huzi : jenggot, kumis
  8. erduo : telinga
  9. zuichun : bibir
  10. she : lidah
  11. xiongbu : payudara
  12. shou zhi : jari
  13. xiaomuzhi : jari kelingking
  14. zhongzhi : jari tengah
  15. shenti  : tubuh
  16. xiongkou : ulu hati
  17. xiongqiang : rongga dada
  18. xiongwei : lingkar dada
  19. mimitou : puting
  20. tunbu : bokong
  21. duqi : pusar
  22. Yaobu : pinggang
  23. Yindao : vagina
  24. yinmao : bulu kemaluan
  25. yinhe : klitoris
  26. Yinjing : penis
  27. xigai : lutut
  28. xigaigu : tempurung lutut
  29. Pigu : pantat, bokong
  30. Yaozi : ginjal
  31. naoke : tengkorak
  32. jinqu : tulang dan otot

Sumber: http://husinrm.wordpress.com/

Tabel Pergerakan Alam di dalam perilaku manusia

Tabel Pergerakan Alam di dalam perilaku manusia

Elemen

Kayu

Api

Tanah

Logam

Air

Emosi

Marah/Gusar

Gembira

Belas kasih, peduli

Sedih

Takut

Nada Suara

Berteriak, lantang

Tertawa, terkikik

Berlagu romantis

Merengek

Mengerang, bersuara berat

Prilaku ketika stress

Kontrol

Sedih, cemas

Keras kepala, kaku, bersendawa

Penolakan

Gemetar

Karakter

Mudah marah

Selalu gembira

Tenang dingin

Melankonis penakut

Penakut paranoid

Sifat dasar

Hun :

jiwa, visi,   inspirasi

Shen :

kesadaran,

cinta

Yi :

intelek, intelegensi

Po :

Insting

Zhen : keinginan hidup, libido

Fungsi sifat dasar

Rencana

Keputusan

Organisasi

Integrasi

Perbaikan

kepemimpinan

Refleksi

Memori

Konsentrasi

Pemikiran

Analitikal

Mempesona

Meditasi

Bentuk  energi

Spiritual

Psikologi

Fisik

Energi Vital

Sifat Turunan

Pengaruh elemen

Perkemba-ngan fisik

Aliran energi meredian

Perkembangan tubuh atau bentuk konsistensi

Irama kontraksi dan ekpansi

Imajinasi dan Fantasi

Analisis

Perkelahian

Keramaian

Makan  dan minum

Obyek putih

Samudra

Kapal

Impian

Hutan

Pepohonan

Api

Tertawa

Nyanyian

Musik

Terbang

Tenggelam

Tabel Pergerakan Alam di dalam fisiologi dan patologi

Tabel Pergerakan Alam di dalam fisiologi dan patologi

Elemen

Kayu

Api

Tanah

Logam

Air

Organ Zang

Hati

Paricardium

Jantung

Limpa

Paru-paru

Ginjal

Ogan Fu

K. Empedu

San Ciao

Usus Kecil

Lambung

Usus Besar

K. Kemih

Jaringan

Otot dan tendon

Pembuluh darah

Jaringan pembuluh

Kulit dan bulu badan

Tulang dan sumsum tulang

Pancaindra

Mata

Lidah

Mulut

Hidung

Telinga

Fluida

Air mata

Keringat

Air liur dan getah bening

Lendir, ingus

Air seni, cairan telinga

Ekspresi energi

Kuku

Warna kulit

Bibir

Bulu badan

Rambut kepala

Warna

Hijau

Merah

Kuning dan coklat

Putih

Biru dan Hitam

Warna ketika sakit

Hijau muda

Campuran merah/putih

Kuning

Pucat putih

Abu-abu, kusam, coklat tua

Bentuk terapi

Olah raga

fisik

Psikoterapi

Akupunk-tur

Diet

Pijat

Pernafasan

Ramuan

Hipnotrapi

Yoga

Meditasi

Teori Pergerakan Alam di Alam Semesta

Gambaran Teori Pergerakan Alam di Alam Semesta

Elemen

Kayu

Api

Tanah

Logam

Air

Gerakan

Perluasan ke atas, samping  kanan kiri dan bawah

Vertikal

ke atas

Horisontal ke sini ke sana

Pemusatan konsentrasi

Vertikal ke bawah

Siklus Hidup

Lahir dan tumbuh

Bermeka-

ran

Matang dan berubah

Terlalu

Tetap di tempat dan jatuh

Warna

Hijau

Merah

Kuning dan coklat

Putih

Biru dan Hitam

Arah

Timur

Selatan

Tengah

Barat

Utara

Musim

Semi

Panas

Akhir musim panas

Gugur

Dingin

Cuaca

Berangin

Panas

Lembab

Kering

Dingin

Karakter energi

Suam-suam

Lembut

Hangat

Panas beruap

Sejuk

Dingin dan beku

Waktu

Pagi

Tengah hari

Sore

Malam

Tengah malam

Penggunaan  energi

Tumbuh

Mekar

Matang

Panen

Disimpan

Rasa

Hambar

Asam

Pahit

Manis

Pedas

Asin

Biji-bijian

Gandum

Jagung

Padi-padian

Beras

Gandum

Kacang

kacangan

Buah

Plum,Beri

Aprikot

Kurma

Peach

Anggur

Persiapan

Dikukus

Dimakan

Direbus

Dipanggang

Dibakar

Bumbu

Kayu manis

Gingseng

Kulit jeruk

Bumbu pedas

Marsmallow

Sedasi

Bumbu masak dari tumbuhan

Jintan

Kemangi

Jahe

Peterseli

Modul 1 Terapi Holistik Team An-Nahl, Pudji Hartanto, Akp.

Baca artikel sebelumnya klik di sini

Sebab-sebab Penghapus Dosa Kita

Oleh Ust. Abu Muhammad Abdul Jabbar

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu mengatakan:
“Dosa-dosa itu akan mengurangi keimanan. Jika seorang hamba bertaubat, Allah k akan mencintainya. Derajatnya akan diangkat disebabkan taubatnya.
Sebagian salaf mengatakan: ‘Dahulu setelah Nabi Dawud ‘alaihissalam bertaubat, keadaannya lebih baik dibandingkan sebelum terjatuh dalam kesalahan. Barangsiapa yang ditakdirkan untuk bertaubat maka dirinya seperti yang dikatakan Sa’id ibnu Jubair radhiyallahu ‘anhu, “Sesungguhnya seorang hamba yang melakukan amalan kebaikan, bisa jadi dengan sebab amalan kebaikannya itu akan memasukkannya ke dalam neraka. Bisa jadi pula seorang hamba melakukan amalan kejelekan akan tetapi membawa dirinya masuk ke dalam surga. Hal itu karena ia membanggakan amalan kebaikannya. Sebaliknya, hamba yang terjatuh ke dalam kejelekan membawa dirinya untuk meminta ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuni kesalahan-kesalahannya.”
Telah disebutkan dalam hadits yang shahih bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

الْأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِمِ

“Amal-amal (seorang hamba) tergantung amalan-amalan yang dikerjakan pada akhir kehidupannya.”

Sesungguhnya kesalahan/dosa seorang mukmin akan dihapuskan dengan sepuluh sebab, sebagai berikut:
1. Bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuninya. Karena seseorang yang bertaubat dari sebuah dosa seperti orang yang tidak memiliki dosa.
2. Meminta ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala mengampuninya.
3. Mengerjakan amalan-amalan kebaikan, karena amalan-amalan kebaikan akan menghapuskan amalan-amalan kejelekan.
4. Mendapatkan doa dari saudara-saudaranya yang beriman. Mereka memberikan syafaat kepadanya ketika masih hidup dan sesudah meninggal.
5. Mendapatkan hadiah pahala dari amalan-amalan saudara-saudaranya yang beriman agar Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan manfaat kepadanya dari hadiah tersebut.
6. Mendapatkan syafaat dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
7. Mendapatkan musibah-musibah di dunia ini yang akan menghapuskan dosa-dosanya.
8. Mendapatkan ujian-ujian di alam barzakh yang akan menghapus dosa-dosanya.
9. Mendapatkan ujian-ujian di padang Mahsyar pada hari kiamat yang akan menghapuskan dosa-dosanya.
10. Mendapatkan rahmat dari Arhamur Rahimin, Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Barangsiapa yang tidak memiliki salah satu sebab dari sebab-sebab yang bisa menghapuskan dosa-dosa ini, janganlah ia mencela kecuali kepada dirinya sendiri. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَا عِبَادِي إِنَّمَا هِيَ أَعْمَالُكُمْ أُحْصِيهَا لَكُمْ ثُمَّ أُوَفِّيكُمْ إِيَّاهَا فَمَنْ وَجَدَ خَيْرًا فَلْيَحْمَدِ اللهَ وَمَنْ وَجَدَ غَيْرَ ذَلِكَ فَلَا يَلُومَنَّ إِلَّا نَفْسَهُ

“Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya ini adalah amalan-amalanmu. Aku menghitungnya untukmu kemudian Aku membalasinya untukmu. Maka barangsiapa yang mendapatkan kebaikan hendaklah ia memuji Allah, dan barangsiapa yang mendapatkan selain daripada itu maka janganlah ia mencela kecuali kepada dirinya sendiri.”

(Diambil dari Risalah Tuhfatul ‘Iraqiyah fi A’malil Qalbiyyah hal. 32-33, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu)
Sumber : http://asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_on melalui Blog ini

Higiene dan Sanitasi untuk Klinik Terapi Tradisional

Dalam pelatihan Aspetri Pengda Jateng 2011, disampaikan topik menarik berupa Higinis dan Sanitasi untuk Klinik Terapis.

Secara umum, pembahasannya meliputi:

1. Higiene dan sanitasi Perorangan bagi pengobat Tradisional dan asisten atau karyawan yang bekerja di klinik

2. Higiene dan sanitasi gedung klinik

3. Persyaratan air bersih yang digunakan untuk aktifitas klinik

Juga disinggung bagaimana seharusnya klinik membuat standarisasi pelayanan herbal yang ada di klinik.

Sebagai tambahan dari penulis ada beberapa yang perlu oleh pengobat tradisional dengan keteramapilan seperti bekam dll, terkait dengan materi tersebut, yaitu:

1. Higiene dan sanitasi peralatan yang digunakan untuk bekam.

2. Standar sterilisasi alat.

3.Standar pemusnahan alat habis pakai.

4. Prosedur tetap terapi yang dijabarkan secara lengkap terpadu hingga arahan gizi/diet selama perawatan.

 

7 Perkara yang Diperintah dan 7 Perkara yang Dilarang

Kajian Kitab

عمدة الاحكام

Kitabul Libas

(Pembahasan tentang Pakaian)

Hadits ke-396 dari Kitab Umdatul Ahkam

(Oleh : Ust. Ruwaifi’ bin Sulaimi Al-Atsary, Lc)

عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ  قَالَ : (( أَمَرْنَا رَسُولُ اللهِ بِسَبْعٍ، وَنَهَانَا عَنْ سَبْعٍ : أَمَرْنَا بِعِيَادَةِ الْمَرِيضِ، وَاتِّبَاعِ الْجِنَازَةِ، وَتَشْمِيتِ الْعَاطِسِ، وَإِبْرَارِ الْقَسَمِ ( أَوْ الْمُقْسِمِ )، وَنَصْرِ الْمَظْلُومِ، وَإِجَابَةِ الدَّاعِي، وَإِفْشَاءِ السَّلامِ. وَنَهَانَا عَنْ خَوَاتِيمَ – أَوْ عَنْ تَخَتُّمٍ – بِالذَّهَبِ، وَعَنْ الشُّرْبِ بِالْفِضَّةِ، وَعَنْ الْمَيَاثِرِ، وَعَنْ الْقَسِّيِّ، وَعَنْ لُبْسِ الْحَرِيرِ، وَالإِسْتَبْرَقِ، وَالدِّيبَاجِ )).

396 – Dari Al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan : bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkan kepada kami dengan tujuh perkara dan melarang kepada kami dengan tujuh perkara pula.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada kami  untuk :

  1. Menjenguk orang sakit,
  2. Mengiringi jenazah,
  3. Mengucapkan ” يرحمك الله ” terhadap orang yang bersin yang mengucapkan     ” الحمد لله ” ,
  4. Membebaskan sumpah atas orang yang bersumpah,
  5. Membela seorang yang dizhalimi,
  6. Memenuhi undangan seorang yang mengundang,
  7. Menyebarkan salam.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam melarang kami dari :

  1. Memakai cincin emas
  2. Minum dengan menggunakan gelas dari perak
  3. Memakai kendaraan yang dihias dengan sutera
  4. Memakai Al-Qassi (salah satu jenis pakaian yang terbuat dari sutera yang berasal dari daerah Qassi, Mesir).
  5. Menggunakan sutera halus
  6. Menggunakan sutera tebal
  7. Menggunakan sutera kasar

[ HR. Al-Bukhari 1239, 5639, 5650, 5849, 5863, 6235; Muslim 2066 ]

Penjelasan Hadits :

Hadits ini diriwayatkan oleh seorang shahabat muda yang bernama Al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu. Beliau adalah seorang shahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam putra shahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau sahabat mulia dari kalangan Anshar dari suku Aus.

Dalam hadits yang mulia ini, shahabat Al-Bara’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu menyampaikan sebda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yang di dalamnya mengandung perintah sekaligus larangan,

 

Kaidah : Apabila seorang shahabat mengatakan: “kami telah diperintah” atau “kami telah dilarang”, maka apa yang diriwayatkan oleh mereka tersebut dihukumi marfu’ (bersumber langsung dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam ).

1. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengunjungi orang yang sakit,

Dalam hadits ini, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menanamkan sifat kebersamaan di antara kaum muslimin, sehingga ketika ada saudara yang sakit maka termasuk hak dari saudara tersebut adalah untuk dijenguk.

Di antara hikmahnya :

  • Dari sisi orang yang sakit, ia akan mendapatkan hiburan dan rasa kegembiraan apabila diperhatikan oleh saudara-saudaranya sesama kaum muslimin. Orang yang sakit tersebut akan berkata: “ternyata saudara saya tidak hanya dekat dengan saya ketika dalam keadaan sehat dan senang.”
  • Dengan adanya kunjungan tersebut akan terjalin suatu amalan yang mulia yaitu saling mendoakan. Di antara bimbingan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam ketika mendapati orang yang sakit untuk mendoakannya.

Adapun macam-macam do’a yang diucapkan oleh orang yang menjenguk orang sakit :

لاَ بَأْسَ، طَهُورُ إِنْ شَاءَ اللهُ

“Tidak mengapa, Insya Allah sakit yang kamu derita sebagai pembersih dari segala dosa.”

شَفَاكَ اللهُ

“Semoga Allah memberi kesembuhan kepadamu.”

2. Mengiringi jenazah seorang muslim ketika diantarkan ke kuburannya.

Kita telah ketahui bahwa perbuatan seperti ini memiliki pahala yang besar. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam telah menyebutkan bahwa bagi orang yang menshalatkan jenazah seorang muslim maka akan mendapatkan pahala sebesar 1 qirath dan apabila ia mengantarkannya sampai ke kuburan maka akan mendapatkan 1 qirath juga.

(1 qirath sebesar 1 gunung Uhud)

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ قَالَ « مَنِ اتَّبَعَ جَنَازَةَ مُسْلِمٍ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا ، وَكَانَ مَعَهُ حَتَّى يُصَلَّى عَلَيْهَا ، وَيَفْرُغَ مِنْ دَفْنِهَا، فَإِنَّهُ يَرْجِعُ مِنَ الأَجْرِ بِقِيرَاطَيْنِ، كُلُّ قِيرَاطٍ مِثْلُ أُحُدٍ، وَمَنْ صَلَّى عَلَيْهَا ثُمَّ رَجَعَ قَبْلَ أَنْ تُدْفَنَ فَإِنَّهُ يَرْجِعُ بِقِيرَاطٍ » . وكان ابن عمر يصلي عليها ثم ينصرف فلما بلغه حديث أبي هريرة قال لقد ضيعنا قراريط كثيرة

Dari shahabat Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang mengikuti jenazah seorang muslim atas dorongan iman dan mengharap pahala, dia mengikutinya sejaki dishalatkan hingga selesai dimakamkan, maka ia kembali dengan membawa pahala sebesar 2 qirath. Satu qirath sebesar gunung Uhud. Barangsiapa yang hanya menyalatkan jenazah tersebut, kemudian ia kembali sebelum jenazah tersebut dimakamkan, maka ia kembali dengan membawa pahala 1 qirath saja.

Suatu ketika shabat Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu menyalatkan jenazah kemudian pulang. Maka ketika sampai kepada beliau hadits dari shahabat Abu Hurairah tersebut, beliau mengatakan : “Sungguh kita telah menyia-nyiakan banyak qirath.” [Muttafaqun ‘alaihi]

Mengiringi jenazah terdapat keutamaan yang besar bagi seorang yang mengiringinya yaitu:

  • Akan mendapatkan pahala 2 qirath bagi seorang ikut menyalatkan dan mengiringinya hingga selesai dimakamkan.
  • Orang yang mengiringi jenazah ini akan mendapatkan suatu pelajaran (ibroh) manakala sampai ke kubur. Melihat bagaimana seorang dimakamkan di dalam kuburnya. Seorang yang berakal akan bisa mengambil pelajaran, bahwa dirinya pasti juga akan bernasib sama. Sehingga dia akan berusaha untuk memperbaiki amalnya karena itulah yang akan mengantarkannya kepada kebahagian di alam kubur dan di akhirat.
  • Faedah bagi si mayit dengan diiringi oleh saudaranya sesama kaum muslimin dan dido’akan ampunan, do’a-do’a yang dibacakan oleh saudara-saudaranya tersebut akan bermanfaat baginya.

Demikian pula ketika sampai di pekuburan, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menuntunkan agar memberi salam kepada penghuni kubur, maka penghuni kubur akan mendapatkan do’a (salam sejahtera dan permohonan ampun), sehingga terjalin yang erat antara orang yang mengantarkan jenazah dengan si mayit dan penghuni kubur, yaitu mengucapkan :

« السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لاَحِقُونَ ».

“Keselamatan atas kalian wahai penduduk rumah kaum mukminin. Kami dengan kehendak Allah pasti akan mengikuti kalian.” [HR. Muslim 249]

3. Ucapan ” يَرْحَمُكَ اللهُ ” (Semoga Allah memberi rahmat kepadamu) terhadap orang yang bersin yang mengucapkan ( اَلحَمْدُ للهِ ) (Segala puji bagi Allah).

Ini merupakan  salah satu gambaran tentang indahnya Islam. Sampai dalam hal bersin, yang mungkin bagi selain dari umat Islam merupakan hal yang sepele, akan tetapi dalam Islam terdapat suatu adab/aturan yang sangat indah, yaitu ketika seorang bersin dituntunkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam untuk mengucapkan ( اَلحَمْدُ للهِ ) (Segala puji bagi Allah).

Kemudian bagi yang mendengar seorang yang bersin dan mengucapkan  ( اَلحَمْدُ للهِ ) (Segala puji bagi Allah) maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menuntunkan untuk menjawabnya dengan ucapan  ( يَرْحَمُكَ اللهً ) (Semoga Allah memberi rahmat kepadamu).

Tidak hanya sampai disini, namun bagi orang yang bersin tersebut dituntunkan juga untuk menjawab  dengan ucapan  ( يَهْدِكُمُ اللهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ ) (Semoga Allah memberi hidayah kepadamu dan memperbaiki segala urusanmu). Hal ini merupakan tuntunan yang indah dalam Islam, sampai-sampai dalam hal bersin terdapat tuntunan saling mendo’akan antara sesama muslim, yang apabila dipahami dengan baik maka akan menjalin ukhuwah sesama muslim.

Oleh karena itu, tidak ada agama yang lebih sempurna dan benar yang menekankan terhadap adab dan akhlak yang mulia selain agama Islam, sampai dalam permasahan yang paling kecil dan remeh sekalipun, Islam yang dibawa oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam memberikan bimbingan dengan sebaik-baiknya.  Sumbernya klik di sini